Selasa, 27 Maret 2018

Ekonomi Teknik


Ekonomi teknik terdiri dari kata “Ekonomi” dan “Teknik”. Sebelum kita membahas “apa itu ekonomi teknik ?.” dan yang akan dipelajari dari “ekonomi teknik”, lebih baik kita bahas tentang “Ekonomi” dan “Teknik” terlebih dahulu.. Berikut ini pembahasannya :

 

A. Ekonomi

1. Pengertian Ekonomi

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang permintaan, penawaran, dan distribusi dari suatu pasar atau sistem aktivitas perdagangan manusia. Ekonomi bisa terjadi ketika konsumen dan produsen melakukan aktivitas jual-beli dengan bertemu secara langsung maupun tidak. Banyaknya aktivitas konsumen dan produsen akan mempengaruhi sistem permintaan, penawaran, dan terjadinya titik temu keseimbangan pasar dan harga.

 

2. Fungsi Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar

2.1 Fungsi Permintaan

Fungsi Permintaan (demand function) menghubungkan antara variabel harga dan variabel jumlah (barang/jasa) yang diminta.

 
 
 
Permintaan Mengacu pada persamaan (2.1) dapat dilihat bahwa variabel P (Harga) dan variabel permintaan D mempunyai tanda yang berlawanan. Hal ini mencerminkan hukum penawaran bahwa apabila harga naik, maka jumlah permintaan akan berkurang dan apabila harga turun, maka jumlah permintaan akan bertambah. Gerakan harga berlawanan arah dengan gerakan jumlah, oleh karena itu kurva permintaan memiliki kemiringan (slope) yang negatif.

 

2.2 Kurva Penawaran

Fungsi penawaran (supply function) menghubungkan antara variabel harga dan variabel jumlah (barang/jasa) yang ditawarkan.


 
 
 
Dalam bentuk persamaan (2.2), variabel harga P dan variabel jumlah permintaan D mempunyai tanda yang sama, yaitu positif. Kondisi ini mencerminkan hukum penawaran, bahwa apabila harga naik jumlah yang ditawarkan akan bertambah, dan apabila harga turun, jumlah yang ditawarkan akan berkurang. Gerakan harga searah dengan gerakan jumlah, oleh karena itu kurva penawaran memiliki kemiringan (slope) positif.

 

2.3. Kesimbangan Pasar

Pasar suatu macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium) apabila jumlah barang yang diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Secara matematik dan grafik hal ini ditunjukkan oleh kesamaan Qd = Qs, yakni pada perpotongan kurva permintaan dengan penawaran. Pada posisi keseimbangan pasar ini, tercipta harga keseimbangan (equilibrium price) dan jumlah keseimbangan (equilibrium quantity). Keseimbangan pasar dapat dinyatakan seperti persamaan (2.3).

 
 
 
B. Teknik

1. Pengertian Teknik

Teknik yang akan dibahas dalam “ekonomi teknik” ini adalah teknik sipil. Teknik sipil adalah ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi bangunan dan infrastruktur baru maupun lama untuk menunjang kebutuhan manusia serta mencakup lingkungan sekitar. Ilmu yang dipelajari dalam teknik sipil mencakup ruang lingkup yang luas karena mempelajari matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan, komputer, dan ekonomi. Teknik sipil dibagi dalam berbagai bidang khusus yaitu struktur, geologi teknik, hidrologi, manajemen kontruksi, teknik lingkungan dan transportasi.

 

C. Ekonomi Teknik

1. Pengertian Ekonomi Teknik

Pada tahap studi kelayakan (feasibility study) dilakukan analisis ekonomi yang pada prinsipnya merupakan suatu analisis tentang alternatif proyek yang sesudah melalui/ bersamaan dengan analisis teknik, sosial dan lingkungan dan lainnya sehingga proyek dapat diketahui apakah layak atau tidak secara ekonomi (Kodoatie,1995). Ekonomi Teknik (Engineering Economy) adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi dalam teknik, yang terdiri dari evaluasi sistematis dari biaya-biaya dan manfaat-manfaat usulan-usulan proyek-proyek teknik (Degarmo, 1997).

Menurut saya (selaku penulis blog/artikel), ekonomi teknik adalah ilmu yang berkaitan dengan analisis, pengambilan kebijakan/keputusan, dan mengoptimalkan keuntungan-keuntungan dari segi finansial, material, dan sumber daya manusia dalam ilmu ekonomi untuk dipakai pada keputusan suatu proyek.

 

2. Nilai Uang per Waktu

Nilai uang per waktu ini dimaksudkan bagaimana kita untuk mengambil keputusan mengeluarkan atau meminjam uang. Nilai uang akan bertambah seiring dengan waktu yang berlalu. Uang yang dikeluarkan harus kurang atau sesuai dengan uang yang ada (pendapatan) agar mendapatkan manfaat keputusan tersebut di masa depan. Uang yang dipinjam dari suatu bank atau perusahaan harus mempertimbangkan pengembalian uang dan bunganya dengan pendapatan yang diterima. Hal di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan uang yang keluar atau uang pinjaman harus mempertimbangkan dampak pengambilan keputusan.

 

3. Pengambilan Keputusan

            Keputusan yang diambil oleh insiyur teknik sipil dalam suatu proyek di segi ekonomi proyek akan mempengaruhi finansial, material, dan sumber daya yang lainnya. Pengambilan keputusan ini berdasarkan pada empat elemen penting, sebagai berikut :

Ø  Arus kas

Ø  Waktu terjadinya arus kas

Ø  Suku bunga untuk nilai waktu uang

Ø  Ukuran nilai ekonomi untuk memilih alternatif

 

4. Tahapan-Tahapan dalam Proses Pengambilan Keputusan

Tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan ada 8 tahap, sebagai berikut :

a.       Mengenali Masalah

b.      Menetapkan Tujuan dan Sasaran

c.       Menyusun Data yang Relevan

d.      Mengidentifikasi Alternatif yang Layak

e.       Menetapkan Kriteria Penilaian Alternatif

f.       Membangun Model Keterhubungan

g.      Memprediksi Keluaran Alternatif

h.      Memilih Alternatif Terbaik

i.        Audit Pasca Pengambilan Keputusan
 


5. Melakukan Studi Ekonomi Teknik

Studi ekonomi teknik melibatkan banyak elemen seperti:

Ø Identifikasi masalah

Ø Definisi tujuan

Ø Perkiraan arus kas

Ø Analisis keuangan

Ø Pengambilan keputusan

 

Langkah-langkah dalam studi ekonomi teknik adalah sebagai berikut:

a)      Mengidentifikasi dan memahami masalahnya

b)      Mengumpulkan data yang relevan

c)      Membuat perkiraan arus kas yang realistis

d)     Identifikasi ukuran ekonomi yang layak untuk pengambilan keputusan

e)      Melakukan evaluasi dari setiap alternative

f)       Memilih alternatif terbaik

g)      Menerapkan solusi dan memantau hasilnya

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Daftar Pustaka

 

Grant EL, Dkk, (1996), Dasar-dasar Ekonomi Teknik, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Kodoatie RJ, (1995), Analisis Ekonomi Teknik, Andi Offset, Yogyakarta.

Newman, Donald G, (1998), Engineering Economic Analysis, Third Edition, Engineering Press Inc., San Jese, California.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi  (Anonim. Diakses 26 Maret 2018)

https://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_sipil (Anonim. Diakses 26 Maret 2018)



http://belajarekonomiteknik.blogspot.co.id/ (Al, 2012. Diakses 27 Maret 2018)

Selasa, 14 November 2017

LATAR BELAKANG


Oleh : Bayu Aji Pangestu


PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL
PERKERASAN LENTUR DENGAN PERKERASAN KAKU


1.1       Latar Belakang Masalah

            Jalan memiliki peranan penting dalam kehidupan diantaranya memperlancar arus distribusi barang dan jasa, sebagai akses penghubung antar daerah yang satu dengan daerah yang lain serta dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat. Perkembangan ekonomi dapat tercapai dengan dukungan prasarana jalan yang memadai. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui usaha-usaha antara lain menetapkan kondisi jalan dan pembangunan jalan yang memenuhi standar perencanaan.
            Pembangunan jalan baru maupun peningkatan jalan yang diperlukan sehubungan dengan penambahan kapasitas jalan raya, tentu akan memerlukan metode yang efektif dalam perancangan agar diperoleh hasil yang terbaik dan ekonomis, memenuhi unsur keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Pelayanan jalan yang baik, aman, nyaman dan lancar akan terpenuhi jika lebar jalan yang cukup dan tikungan-tikungan dibuat berdasarkan persyaratan teknis geometrik jalan raya, baik alinyemen vertikal, alinyemen horizontal serta tebal perkerasan itu sendiri, sehingga kendaraan yang melewati jalan tersebut dengan beban dan kecepatan rencana tertentu dapat melaluinya dengan aman dan nyaman. Oleh karena itu, pembangunan prasarana jalan bukalah hal yang mudah, disamping membutuhkan dana yang tidak sedikit, juga diperlukan perencanaan yang baik.
Sering kali kita temui banyak terjadi kerusakan pada jalan yang menyebabkan gangguan dalam kenyamanan berkendaraan. Perkerasan jalan dapat digolongkan menjadi 2, yaitu: perkeraan lentur dan perkerasan kaku yang perbedaannya terletak pada pengikatnya, kalau pada perkerasan lentur memakai aspal sedangkan pada perkerasan kaku memakai Portland cement. Agregat merupakan suatu bahan keras dan kaku yang digunakan sebagai bahan campuran, yang berupa berbagai jenis butiran atau pecahan yang termasuk didalamnya antara lain : pasir, kerikil, agregat pecah, terak dapur tinggi, abu/debu agregat. Aspal adalah bahan pengikat dan bahan penutup lapis perkerasan dari pengaruh air (kedap air). Aspal merupakan material yang termoplastis, melunak dan menjadi cair jika dipanaskan dan kental kembali jika didinginkan.
Kerusakan jalan yang terjadi berdasarkan jenis-jenisnya seperti : alligator cracking, block cracking, depression, longitudinal dan tranverse cracking, patching, polished aggregate, rutting, shoving, slippage cracking dan wheathering / graveling. Adapun penanganan kerusakan jalan yang terjadi memakai metode yang dipakai harus disesuaikan dengan jenis kerusakan sesuai dengan hasil penelitian dilapangan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kondisi perkerasan jalan tersebut. Jalan ada yang dibongkar dan ada yang dioverlay sesuai hasil penelitian tentang tingkat kerusakan jalan tersebut dilapangan. untuk mengetahui tebal perkerasan jalan yang akan dipakai dalam pelaksanaan proyek tersebut, maka sangat diperlukan perencanaan untuk menentukan berapa tebal perkerasan dan bahan lapisan yang dipakai sehingga memenuhi standar untuk kualitas jalan tersebut.

1.2       Permasalahan

 

Jalan di Jatake Tangerang merupakan jalan propinsi yang termasuk type jalan kelas I yang melayani lalu lintas cepat antar regional atau antar kota yang keadaan tanah dasarnya labil dan sering terjadi settlement (penurunan), kerusakan jalan tersebut banyak dipengaruhi beberapa faktor antara lain tingginya jumlah kendaraan yang melewati jalan tersebut, spesifikasi untuk campuran bahan perkerasan tersebut tidak optimal dan bisa juga kemungkinannya disebabkan kurangnya quality control pada saat pelaksanaan pekerjaan. maka untuk itulah perlu dilakukan analisis tebal perkerasan.

1.3                   Tujuan

1.    Mengidentifikasikan kondisi tanah dasar.
2.    Mengidentifikasikan beban lalu lintas.
3.    Menentukan tebal perkerasan lentur.
4.    Menentukan tebal perkerasan kaku.
5.    Menganalisa perbandingan antara perkerasan lentur dengan perkerasan kaku ditinjau dari segi ekonomi dan pelaksanaan.

1.4       Rumusan Masalah
1.    Bagaimana kondisi tanah dasar?
2.    Apa saja beban lalu lintas yang terjadi?
3.    Apa saja yang menentukan tebal perkerasan lentur?
4.    Apa saja yang menentukan tebal perkerasan kaku?
5.    Apa saja perbandingan antara perkerasan lentur dengan perkerasan kaku ditinjau dari segi ekonomi dan pelaksanaan?

Rabu, 19 Juli 2017

RO



Pada tanggal 12 Juni 2017 telah dilakukan presentasi Mata Pelajaran Riset Operasi yang membahas tentang pengenalan Riset Operasi dan metode Program Linier dalam Riset Operasi. Saya Bayu Aji P dari Kelompok A yang beranggotakan Ahmad Lutfi M, Annisa Dievy, Edvan Erdian, I Gusti Agung, Jordan Fuka, Muhammad Naufal, Nadya Rizki, Putri Eka Dayana dan Rory S mempresentasikan hasil diskusi kami tentang materi tersebut. Adapun kelebihan kelompok kami ialah dalam penyajian data di Power Point rapih dan lengkap, susunan informasi juga baik dan urut serta operator presentasi yang baik. Kekurangan kami ialah dalam membawakan materi, tidak semua anggota kelompok berpresentasi dan terdapat beberapa anggota kami yang dalam menjelaskan terlalu terburu-buru.  Berikut ialah pengenalan Riset operasi yang kami sampaikan dalam presentasi kami :
¨ Operational  Research (OR) atau Riset Operasi adalah suatu yang berkenaan dengan  penggunaan sumber-sumber yang terbatas secara efisien.
¨ Merupakan kombinasi seni dan sains.
¨ Seni = refleksi dari konsep efisien dan sumber terbatas kedalam model
¨ Sains = penggunaan metode, algoritma dan perhitungan untuk memecahkan masalah.
Adapun contoh perhitungan Program Linear yang kami sajikan ialah :
¨ Evaluasi nilai Z pada titik sudut daerah layak OACD adalah,
¨ O (0,0) →Z = 80 (0)   + 100 (0) = 0
¨ A (0,20)→Z = 80 (0)   + 100 (20)= 2000
¨ B (24,8)→Z = 80 (24) + 100 (8)= 2720    
¨ C (30,0)→Z = 80 (30) + 100 (0)= 2400
¨ Jadi keuntungan maksimum adalah $ 2720 , dengan memproduksi  X1 (Grade A) = 24 kubik/ minggu dan X2 (Grade B) = 8 kubik/ minggu
METODE SIMPLEKS (PERSAMAAN)
Maksimumkan
¨ Z =   80 x1  +  100  x2  +  0 S1  +  0 S2
¨ 1 x1  +  4 x2 +   + 1 S1  +  0 S2  =  40
¨ 4 x1  +  3 x2  +  + 0 S1  +  1S2   =  120
Tabel Simpleks Awal

Cj
80
100
0
0

Basis

X1
X2
S1
S2
bj
S1
0
1
2
1
0
40
S2
0
4
3
0
1
120
Zj

0
0
0
0

(Cj - Zj)

80
100
0
0


Untuk mencapai nilai optimum :
¨ Nilai (Cj-Zj) harus negatif atau (Cj-Zj)<0
¨ Untuk mencapai (Cj-Zj)<0, dilakukan eliminasi pada setiap cell sampai semua nilai pada baris (Cj-Zj) bernilai negatif.